Jumat, 25 Maret 2016

Rumbia Malang

Karya Anna Desliani
Oh, atap rumbia yang malang
Kau menangis dalam jejeran air hujan
Kau menangis bersama angin penyapu karindangan
Tapi, kau tak sendiri
Sebab angan sang penghuni perlu kau santuni

Oh, atap rumbia yang malang
Hujan sering memukul-mukul tubuhmu dengan deraian air mata tak berkata
Katakan
Beban terberatmu adalah itu
Bukan saat menjagaku dalam keheningan

Oh, atap rumbia yang malang
Saat gunung berdiri kokoh
Saat pohon menanjak kuat di atas tanah
Mengapa atapku?
Mengapa rumbiaku?
Tubuhmu rentan terhadap angin
Tubuhmu sayu dan lemah
Tak sekuat apa yang tergambar dalam mimpi-mimpi, indahmu
Oh, sungguh atapku rumbia yang malang

Jejak Redaksi

Labels