Senin, 28 Maret 2016

Maraknya penjualan susu formula dikalangan masyarakat membuat jarangnya pemberian ASI Ekslusif pada anak

Sumber Google

    Maraknya penjualan susu formula di masyarakat membuat jarangnya pemberian ASI Ekslusif pada bayi. Hal ini terjadi dengan berbagai alasan salah satunya adalah karena air susu ibunya tidak mau keluar, sehingga susu formula menjadi alternatif ibu untuk dijadikan asupan anaknya. Pertanyaannya sekarang, apakah susu formula baik untuk kesehatan bayi?
    Hal inilah yang mendasari terjalinnya kerjasama antara jurusan psikologi islam dengan AIMI  (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) untuk mengangkat tema ‘Pentingnya pemberian ASI Ekslusif dalam perspektif Kesehatan, Psikologi, dan Agama’ pada acara Forum Informasi Ilmiah jurusan Psikologi Islam fakultas Ushuluddin dan Humaniora di Aula rektorat, sabtu (12/03).
    Acara ini merupakan agenda rutin tahunan yang diadakan oleh Fakultas Ushuludin dan Humaniora. Selain bekerja sama dengan AIMI acara ini juga menggandeng Yayasan Pengembangan Anak Indonesia (YPAI) dan jurusan Psikologi Islam dilingkungan fakultas mereka, mengingat psikologi selalu berperan penting dalam lingkungan masyarakat.
    “Rencana kedepannya, kami akan mengadakan kerja sama lagi dengan suatu instansi yang lain, dan akan mengundang  orang lebih banyak lagi, baik itu dari mahasiswa IAIN yang berasal dari fakultas lain dan juga instansi luar.” Kata ketua pelaksana acara, Mubarak.
    “Pemberian ASI Ekslusif sangat baik dan penting untuk anak, dibandingkan dengan pemberian susu formula yang kita sendiri belum tahu apa saja bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan susu tersebut. selain baik untuk perkembangan fisik si bayi, juga baik untuk perkembangan psikologis anak, karena saat ibu menyusui anak akan berada digendongan ibu sehingga ia akan merasa aman dan nyaman.” papar Gusti Rizsa Rayani selaku pemateri dan ketua AIMI.
    Ia juga menambahkan bahwa, cara pemberian susu formula banyak kekurangannya jika dibandingkandengan cara pemberian ASI Ekslusif pada anak usia dini, seperti ribetnya penakaran susu formula yang harus pas,sedangkan ada sebagian orang yangterbiasa menakarkannya kebanyakan atau malah kurang dari takaran yang seharusnya. Harus selalu menjaga kebersihan benda (botol dan dot bayi), dan juga menambah pengeluaran. Sedangkan pemberian ASI Ekslusif tidak seribet itu dan terjamin kehigenisannya (cukup mengusap puting susu ibu dengan lap atau kain basah), dan tentu saja menghemat biaya pengeluaran.
    Dalam acara ini tamu undangan nampak sangat antusias, hal ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada pemateri. Tapi karena keterbatasan waktu maka, banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh pemateri.
    Yani seorang perawat di puskesmas terminal pal 6 yang merupakan salah satu peserta mengungkapkan bahwa, “ adanya acara ini sangat bagus ya, karena menambah wawasan bagi saya selaku seorang ibu yang menyusui, dan bagi calon seorang  ibu dan bapak untuk menyiapkan dan memberikan ASI Ekslusif pada anak, serta tidak memberikan susu formula terlalu dini pada anak”.
Hal senada juga disampaikan oleh yunita mahasiswi IAIN, “ wah menurut saya diadakannya acara ini sangat bagus sekali, memberikan saya wawasan baru tentang pentingnya ASI Ekslusif untuk anak dan ibunya. Dan bagi saya yang nantinya akan menjadi seorang ibu akan memberikan ASI Ekslusif pada anak saya dan saya akan mengusahakan agar tidak terlalu memberikan atau bahkan tidak memberikan sama sekali susu formula pada anak saya. Khususnya pada saat dia masih berusia dini”.
Acara ini tidak hanya diikuti oleh kaum perempuan, tapi juga diikuti oleh kaum lelaki, seperti yang berhasil di wawancarai oleh tim LPM SUKMA  “ walaupun saya bergender laki-laki, saya rasa acara ini sangat bagus, dan memberikan wawasan baru pada saya tentang pentingnya pemberian ASI Ekslusif pada anak. Dan kedepannya saat saya sudah berkeluarga, saya akan menyarankan istri saya untuk memberikan ASI Ekslusif pada anak kami dan tidak memberikan susu formula sedini mungkin” ungkap arsyari.(YLA/YNA)


Jejak Redaksi

Labels