LGBT: Lawan !!!!


Sumber Google
Beberapa waktu lalu, fenomena pro-kontra terhadap LGBT kembali mencuat dikarenakan beberapa mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi membuka sebuah konseling kepada para LGBT (Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender).
Hasilnya, mudah ditebak. Publik sontak dibuat geger olehnya, beragama pemberitaan, silang pendapat terjadi dimana-mana. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara kita menyikapi permasalahan ini?
Sikap sebagai Umat Beragama
Sejauh pengetahuan penulis, hampir tidak ada satu agama pun baik itu dalam kebudayaan semit maupun yang lainnya yang memberikan kebolehan dalam ajarannya terhadap hubungan sesama jenis.
Kristen dalam Al-Kitab menyebutkan ada dua kisah Tuhan dalam menghancurkan bumi ini lantaran hubungan sesama jenis yang pertama kisah air bah dan kedua kisah Sodom dan Gomorah, lebih jauh Kristen dalam Imamat 20:13 membolehkan mereka dibunuh.
Bahkan dalam islam, ancaman Tuhan sangat keras terhadap para kaum penyuka sesama jenis ini. Dalam Al-Qur’an Tuhan memberikan bencana besar dengan pemusnahan terhadap kaum ini, kaum Luth yang membangkan setelah diperingati akhirnya dihujani batu.
Merunut hal diatas, maka sudah jelas bahwa LGBT adalah hal yang terlarang oleh ajaran agama. Tidak ada pembenaran sama sekali terhadap perilaku menyimpang ini, oleh karena itu sebagai umat beragama kita sudah semestinya menolak dengan keras adanya LGBT ini.
Kemanusiaan tanpa batas
Ada sebuah adagium mengatakan bahwa sama seperti rasa lapar, kemanusiaan itu satu. Karena tidak ada rasa lapar menurut Kristen, Islam ataupun Yahudi. Lalu dengan dalih seuniversal kemanusiaan, ada beberapa kelompok yang mendukung kaum LGBT. Mereka berpendapat bahwa memberikan ruang terhadap LGBT adalah toleransi, kemanusiaan, liberalisasi dan modernitas.
Padahal paham seperti itu tidak bisa kita terima sama sekali. Kenapa? Karena sejatinya manusia adalah makhluk biologis. Maksudnya adalah paham kemanusiaan paling primitif-pun kalau boleh saya istilahkan, mewajibkan bagi manusia untuk berkembang biak dan melangsungkan kehidupannya, tindakan atau cara-cara yang dibuat atau dilakukan manusia untuk menghalangi keberlangsungan hidup manusia adalah penghinaan terhadap kemanusiaan itu sendiri. Hal ini berarti bahwa memberi dukungan terhadap LGBT bukanlah penghormatan kepada kemanusiaan, melainkan sebuah penghinaan. Menjadi jelas sebuah penghinaan karena laki-laki dengan laki-laki tidak akan pernah bisa berkemabang biak, pun dengan perempuan.
Sama seperti genosida (kejahatan perang- dengan membunuh banyak sipil) pemberian ruang dan dukungan terhadap LGBT merupakan kejahatan yang tujuan akhirnya adalah ketiadaan lagi manusia dalam berkembang dan hidup.
Kesehatan
Jika beberapa propaganda mengatakan bahwa LGBT adalah gen dan bawaaan, maka hal itu merupakan paham keliru, karena pada dasarnya gen kita dirancang untuk bertahan, dan untuk bertahan kita tidak bisa berhubungan dengan sesama jenis.
Selain itu, disisi kesehatan juga diungkapkan oleh dr. Boyke Nugraha bahwa hubungan oral seks merupakan hal yang harus dihindari dalam berhubungan, pasalnya disana terdapat berbagai bakteri, sehingga praktik oral akan menimbulkan penyakit seperti HIV/AIDS ataupun Hepatitis C.
Praktik ini tentu tidak akan dilakukan oleh pasangan normal (laki-laki dan perempuan), namun dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa hubungan oral mau tidak mau pasti akan dilakukan oleh penyuka sesama jenis terutama kaum homoseks. Walaupun sebagian kaum homo seks biasanya beralasan bahwa orientasi mereka menyukai sesama jenis bukan hanya seks semata melainkan cinta, tetapi tetap juga harus diperhatikan bahwa arah LGBT pada akhirnya tetap akan berorientasi kepada seks.
Penolakan kita terhadap LGBT merupakan satu langkah maju mengurangi penyebaran penyakit-penyakit seperti HIV/AIDS ataupun Hepatitis.
Konklusi
Mengapa secara umum saya terkesan atau bahkan sangat keras menantang keberadaan kaum LGBT? Ini karena jelas bahwa LGBT merupakan penghinaan terhadap kemanusiaan maupun ajaran agama, LGBT pun sebenarnya lahir bukan karena kemauan kaum Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender sendiri melainkan ada sebuah gerakan belakang layar yang menghimpun mereka kedalam suatu komunitas besar, hal ini menjadi penting untuk disoroti lantaran akan menciptakan kelas baru dalam masyarakat dan ini harus kita lawan.
Sederhananya memberikan perlawanan terhadap komunitas atau gerakan LGBT ini adalah sebuah kemajuan dan kemodernan, karena tatanan yang akan terjadi saat kita mentolerir dan memberi ruang bagi LGBT untuk berkembang adalah kepunahan manusia itu sendiri untuk hal yang paling dramatis
Kolotkah kita dengan faham seperti itu?Tentu saja tidak,  kemodernan adalah kemajuan umat manusia, toleransi tidak boleh digunakan saat alasan jelas bahwa sesuatu itu salah dibiarkan, pun kemanusiaan, kemanusiaan itu untuk nilai-nilai yang menghormati manusia –sekalipun sebagai makhluk biologis. Bukan mengingkarinya fitrahnya.(Taufik Rahman)

Pages