“KOPI DAN PERAN REVOLUSINYA DI DEMA FUH”


Tak ketinggalan kegiatan Aktual kampus, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari Banjarmasin juga melakukan hal yang sama yakni melakukan pergantian kepemimpinan dan penyerahan jabatan melalui pemilwa 2016-2017 yang di selenggarakan oleh PPMF FUH februari lalu. Seperti halnya Pelantikan kepempinan Organisasi baik SEMA, DEMA, HMJ dan UKMF di Fakultas lain seperti Fakultas Tarbiyah, Syari’ah dan Dakwah.
Fakultas Ushuluddin juga melakukan kegiatan yang sama karena pada bulan-bulan di awal tahun baru dari Januari-maret biasanya adalah bulan-bulan sibuk bagi “Kampus Hijau” IAIN Antasari  dimana para Aktivisnya menyiapkan kegiatan perekrutan dan penerimaan anggota baru, pemilihan ketua umum, pergantian pengurus dan struktur kepemimpinan yang baru, serta sidang paripurna tentang laporan pertanggungjawaban atas jabatan yang dipegang dalam setahun penuh yang melalui beberapa rapat internal dalam keorganisasian. Kemudian dilanjutkan pelantikan, oreintasi, dan rapat proker.   
Sehabis Acara Pelantikan Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) pada jum’at minggu lalu tanggal 4 maret 2014. DEMA FUH 2016-2017 langsung menggelar rapat proker tahunannya pada keesokan harinya pada Sabtu 5 maret 2016 weekend. rapat program kerja (proker) tersebut  meliputi Proker jangka pendek maupun proker jangka panjang dibahas secara detail oleh masing-masing divisi. Rapat Proker tersebut di pimpin langsung oleh ketua DEMA FUH sekarang yakni “ Muhammad Nur Yahya” yang sukses terpilih pada Pemilwa FUH 2016.
Dihadiri oleh wakil DEMA FUH ‘’Hafiz Anshori” serta seluruh pengurus dan anggota baru DEMA FUH. gerimis yang mengguyur bumi Antasari termasuk sudut-sudut ‘’kampus hijau’’ tidaklah menyurutkan semangat para anggota dema yang baru buat berhadir rapat (meeting dalam sebutan lainnya). Karena kehadiran kita pada rapat merupakan bukti loyalitas/kesetiaan kita pada organisasi tersebut  menurut salah satu pengurus DEMA FUH.
     Rapat proker yang semula bertempat di lokal FUH 4 berpindah keapung FUH di depan lokal 4 yang ternyata membuat rapat tersebut semakin ramai dan berjalan sangat lancar. Proker yang diajukan oleh pengurus baru DEMA tersebut menjadi harapan buat Fakultas Ushuluddin untuk lebih baik kedepannya.
DEMA FUH pada tahun ini punya 6 divisi yang pada masing-masing bidangnya punya keunggulan, visi dan misi kedepannya untuk memajukan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (yakni Fakultas yang terkenal sebagai Fakultas tertua di IAIN Antasari Banjarmasin). Divisi-divisi tersebut yakni Pengembangan Intelektual Mahasiswa (IMM) yang di pelopori oleh “Tri Hermawan”  Mahasiswa Teladan I IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2015-2016. Kemudian Divisi Sosial dan Keagamaan, Divisi Komunikasi Informasi dan Bisnis, Divisi Pemuda dan Olahraga, Divisi Lingkungan Hidup, Divisi Pemberdayaan HMJ dan UKMF (yang akan  memanagemen 4 HMJ dan 3 UKMF di Fakultas Ushuluddin). Masing-masing Divisi terdiri dari 5 atau 4 orang anggota.
Rapat proker DEMA FUH setahun tersebut di akhiri dengan tema pembicaraan yang sangat menarik yakni pada detik-detik pemberian nama Kabinet DEMA FUH 2016-2017 sekaligus penentuan bentuk dan desain  lambang DEMA FUH tahun ini. Yang pastinya punya lambang berbeda pada tiap tahunnya serta filosofinya yang berbeda pula. Lambang itu penting bukan hanya sebagai ikon kekuatan buat organisasi tetapi juga merupakan jasad  dan jiwa dari para pengurus dan pejuangnya. Oleh karena itu pemberian nama Kabinet itu sedikit ribet dimulai dari pengajuan nama Kabinet oleh sebagian anggota DEMA FUH di lanjutkan voting suara seluruh anggota. Hasilnya cukup unik diantara beberapa nama Kabinet yang di ajukan yang bersaing suara adalah Kabinet ‘’kayuh Baimbai” dan Kabinet “KOPI” yang di ajukan dengan filosofinya sekaligus oleh penggagas ide dan nama tersebut.
“Kayuh Baimbai” yang menurut “Abdul Hakim” (ketua divisi Pengembangan Intelektual Mahasiswa) sangat cocok buat nama Kabinet DEMA FUH karena kayuh adalah bagian dari ‘’Kelotok” alat transportasi yang digunakan oleh kebanyakan orang banjar buat menyeberang sungai dan mengangkut barang. terutama para nelayan serta pedagang yang ada di Banjarmasin. Serta dua kata itu juga merupakan kata selogan kota Banjarmasin. Kayuh Baimbai Yang diartikan dalam kebersamaan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab.
Sedangkan Kabinet “KOPI” menurut penggagasnya adalah singkatan dan Filosofi dari K “Kolektif” yang berarti dalam artian keputusan dan kebijakan yang diambil DEMA dilakukan bersama-sama dalam mengambil keputusan baik Ketua Umum, Wakil Ketua, Ketua Bidang dan seluruh anngotanya. tidak ada keputusan yang di putuskan sendiri oleh satu pengurus ataupun beberapa pengurus. O “Oreintasi” yakni organisasi DEMA dan semua dinamika dan problematikanya adalah sebagai tempat dan wadah dalam belajar buat masa depan karena belajar bukan hanya ada di bangku kuliah juga ada dalam organisasi. P “Kepemimpinan” dalam artian dalam organisasi itu kita harus siap jadi pemimpin dan dipimpin, siap berada di atas dan siap berada di bawah, tidak ada kata “otoriter” dan kata  “pemberontak” keduanya harus sama-sama punya kerelaan dan rasa saling melengkapi. I “I” diartikan sebagai Intelektualitas yakni semua anggota dan pengurus DEMA FUH harus punya keintelektualan dalam diri. Bukan hanya memberikan Intelektualitas pada KBM Kampus tetapi Intelektualitas tersebut juga dimiliki oleh DEMA dengan adanya diskusi keintelektualan dan seminar keintelektualan. Dari hasil perbincangan dan keterangan panjang nama Kabinet tersebut “Kabinet KOPI” disahkan sebagai nama Kabinet DEMA FUH 2016-2017 sekaligus bentuk dan desain lambang DEMA.
Wallahu A’alam bisshawab
Hilaliah  Muliadi