SC Mati Lampu. Arief : Pak Mujib Sudah Melapor Ke Teknisi

sumber gambar: sampit-prokal.co

 
 
BSukma- Jum’at malam pukul 21.00 WITA (05/02) keadaan Student Center (SC) IAIN Antasari Banjarmasin nampak berbeda daripada malam-malam biasanya, keadaan SC hingga berita ini dipublikasikan (22.00) masih gelap gulita. Sejak jam 09.00 WITA hari kamis kemaren arus listrik ke SC tidak mengalir.
 
Keadaan SC yang gelap gulita membuat aktivitas UKM-UKK yang bersekretariat disana menjadi lumpuh, hanya ada beberapa mahasiswa yang terlihat berada di SC dengan menggunakan alat penerangan seadanya seperti lilin, kondisi demikian berbanding terbalik dengan gedung-gedung lain seperti GOR, Asrama yang ada disekitaran SC yang tetap bisa menyalakan lampu dimalam hari (21.00 WITA/ 05/02/2015).


Nafis salah seorang aktivis UKM/UKK saat ditemui di SC, menuturkan sangat kesulitan karena padamnya listrik di SC. “Sangat kesulitan, kita tidak bisa mengetik surat, memprint dan juga rapat pada malam hari. Padahal sedang mempersiapakn kegiatan.” Ungkapnya kecewa.
 
“Semoga bisa secepatnya diperbaiki oleh pihak yang berwenang, dan juga mudah-mudahan SC bisa diberikan jenset untuk antisipasi pemadaman lampu.” Tutupnya.


Senada dengan Ketua DEMA IAIN Antasari, Arief Rahman Heriansyah, saat dikonfirmasi melalui layanan pesan singkat mengungkapkan kesulitannya terkait penggunaan fasilitas yang memerlukan listrtik seperti mengetik dan memprint, matinya listrik di SC juga membuat tidak semangat tambahnya.


“Kemaren sudah dilaporkan sama ketua bagian umum & rumah tangga rektorat ibu Elva dan WR III, Pak Mujib.” Ucap Arief.
 
Saat ditanya perihal tanggapan pihak bagian umum dan rumah tangga rektorat terhadap pengaduan itu, Arif mengatakan bahwa pesannya tidak dibalas. “Pak Mujib juga melapor ke bagian teknisi yang faham beliau mengatakan semoga besok ada hasil dan perkembangannya.” Pungkasnya


Arief juga menambahkan agar pihak rektorat bisa lebih memperhatikan sarana dan prasana yang terkait dengan hak mahasiswa.

“Jangan sarana umum saja yang cenderung lebih diperhatikan, lagian juga SC kita selama ini selalu setengah-setengah air ledengnya bisa jalan, tentu sangat menghambat sekali kelancaran aktivitas kita.”  tutupnya

(SUKMA/Taufik.R)