Senin, 22 Februari 2016

Carut-marut ‘Hak’ Stop Kontak di PSB

BSukma-Stop kontak yang terpasang di pelataran PSB (Pusat Sumber Belajar) tepatnya di depan kantor LPM (Lembaga Penjamin Mutu)  akhir-akhir ini menjadi polemik tersendiri bagi para mahasiswa. Terhitung sejak awal tahun 2015 lalu, stop kontak yang mestinya mengandung aliran listrik itu sering didapati tidak berfungsi. Usut punya usut ternyata tidak berfungsinya stop kontak itu bukan karena adanya kerusakan, melainkan adanya pencabutan aliran listrik secara sengaja.
Alhasil, tidak berfungsinya stop kontak ini membuat mahasiswa yang sering menggunakannya merasa kesal. Fasilitas listrik berupa stop kontak  yang disediakan oleh pihak kampus IAIN Antasari Banjarmasin, seyogyanya sebagai penunjang  mahasiswa dalam mengerjakan tugas dinilai kurang maksimal. Hal ini dikemukakan oleh Yusi (17/2) mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Ia juga memparkan bahwa stop kontak di pelataran PSB yang terletak di depan kantor LPM yang dialirkan dari dalam kantor itu sendiri sering tidak berfungsi sehingga sangat menyulitkan mahasiswa.
Hal senada juga dilontarkan oleh Nisa mahasiswi PGMI, “Kesulitan yang di rasakan adalah ketika baterai netbook atau laptop mulai sekarat padahal sedang sangat diperlukan untuk mengerjakan tugas, lalu listrik di sini tidak menyala, hal ini otomatis menghambat dalam proses pengerjaan tugas mahasiswa”. Paparnya.
 Menanggapi hal ini, Mukhtar salah satu staf Lembaga Penjamin Mutu (LPM) menjelaskan bahwa stop kontak yang sering tidak berfungsi itu dikarenakan LPM juga memerlukannya, masalah ini juga didasari karena minimnya stop kontak yang ada di dalam kantor, jika pegawai kantor sedang memakai stop kontak tersebut baik untuk mengerjakan berkas-berkas maupun keperluan lainnya maka aliran listrik yang ada di pelataran PSB akan diputus. Selain itu ia juga mengaku tidak mengetahui siapa yang menyediakan stop kontak di luar yang kemudian di sambungkan ke dalam kantor mereka.
Berdasarkan temuan lapangan ini, tim Sukma pun terus bergerak. Jum’at (19/02/2016) tim menemui Ali Mukhtar selaku bagian perlengkapan,  yang berkantor di gedung rektorat lantai satu, mengatakan bahwa stop kontak tersebut dibuat untuk pelaksanaan upacara setiap tanggal 17. Untuk menengahi permasalahan ini pihak rektorat rencananya akan memindah aliran listrik tersebut ke areal pelataran PSB dalam, dekat tangga menuju lantai dua sehingga tidak ada lagi pihak yang dirugikan.
Hal ini menyusul temuan tim sukma terhadap keluhan LPM (Lembaga Penjamin Mutu) atas perilaku mahasiswa yang sering tidak menjaga fasilitas kampus, seperti membuang sampah sembarangan, tidak menaruh kursi ketempat semula setelah menggunakannya dan juga mereka sering menghalangi jalan. “Mahasiswa ini kadang tidak berfikir kalau mereka sedang berada di tengah jalan, hal ini yang menyebabkan pengguna jalan menjadi terganggu, belum lagi sampah yang ditinggalkan sehabis ngumpul di PSB ini” ujar Mukhtar yang menjabat sebagai Pengadministrasi Umum  di LPM ketika ditemui tim Sukma, Jum’at (19/02/2016).
“Tak jarang ada mahasiswa yang menyalahkan, kenapa stop kontak di luar tidak berfungsi, kami sebagai Lembaga Penjamin Mutu yang tentu saja memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan berkas-berkas hal tentu saja membutuhkan aliran listrik, akan tetapi stop kontak di sini terbatas jadi apakah demi kesenangan mahasiswa kami mengorbankan pekerjaan kami? Tentu tidak, tegas nya. “Kalau mau, kalian belikan kami stop kontak yang bercabang kelar masalah” gurau beliau kepada Sukma. Ia juga menyarankan agar  pihak yang bersangkutan bisa menyediakan satu tempat khusus untuk mahasiswa agar tidak mengganggu pihak lain. Serta  mengharapkan ada toleransi dan kesadaran dari mahasiswa untuk sama-sama menjaga fasilitas kampus.
Penyelidikan Sukma, Jum’at malam  kembali bergerak menyebarkan angket via elektronik yang berisi pertanyaan kepada mahasiswa pengguna fasilitas berupa stop kontak itu. hasilnya menunjukkan, bahwa hampir sebagian besar meraka tidak mengetahui jika stop kontak itu bukanlah fasilitas untuk mahasiswa, melainkan fasilitas yang diadakan untuk apel setiap tanggal 17. (Redaksi Berantas/ LPM Sukma   )



Jejak Redaksi

Labels