Rabu, 13 Januari 2016

Kumpulan Puisi Moh. Mahfud



Puisi-puisi Moh Mahfud (Dimuat di Radar Banjarmasin, 10 Januari 2015)

POHON LISTRIK

Suatu sore ditengah desing kota
Pohon­pohon dengan titik gerimis
Daunnya ditarik­tarik angin
Membentur tiang listrik hingga berdarah
Paginya, pohon itu di tebang
Dituduh memadamkan rumah­rumah warga

Banjarmasin, 03 Januari 2016


BELAJAR MENCINTAI

Aku mencintaimu
Karena aku tahu itu cara mencintaimu
Aku mencintaimu setelah kepergian mencintaimu
Seperti mencintaimu sebelum kepergian.
Bila aku tidak mencintaimu tetapi membuat cinta
Maka aku bangku taman November dalam cerita cinta yang mati
Sebab, aku mencintaimu, cintaku
Serupa nyala darah dalam tubuhku.

Banjarmasin, 03 Januari 2016


PERJEMPUTAN

Sesampai di Sukorejo
Aku mengirimmu pesan serupa permintaan perjemputan
Lalu ku teguk penat udara dari secangkir teh yang aku pesan
Udara di kota rupanya berwarna kecoklatan tua mengepul bersama aroma kopi.
Teleponku bergetar, ada pesan masuk
Lalu aku ambil dan aku melihat kau ada di dalam
Membawa perahu, membawa ombak
Menjemputku dalam saku celana sendiri

Banjarmasin, 03 Januari 2016


PULANG KAMPUNG

Aku pulang kampung
Karena aku tahu jalan pulang
Kampung tak bisa berjalan
Kedalam diriku yang datang

Banjarmasin, 03 Januari 2016


PEREMPUANKU

Dibibirmu,
Aku pengembara
Menukik titik hitam
Tepat ditenggorokanmu
Ku bangun kamp­-kamp
Ku sulut kayu bakar
Lalu ku dengar kau berbercakap:
“Dunia ini terbuat dari udara”
Aku pun lelap dengan permukaan yang lembab
Aku berkemas
Ku lanjutkan perjalanan
Sesampai didadamu
Ku temukan kampung
Pohon­-pohon berwarna putih
Riak sungai mengalir
Ku ceburkan diri
Mengalir diseluruh darah badanmu

Banjarmasin 03 Januari 2016


BANTAL GULING

Selesai tidur
Ku rapikan kamar
Ku catat mimpi yang nempel dibantalku
Ada yang berwarna merah tua dan kosong
Lalu ku tidur kembali
Mimpi masa laluku melarikan diri

Banjarmasin, 03 Januari 2016

Lihat di: epaper.radarbanjarmasin.co.id/arsip/byTanggal/2016-01-10 

Jejak Redaksi

Labels