Ulah Mahasiswa PGMI di saat Final Test


            B-Sukma-“Karena seni hidup menjadi indah.” Inilah kata-kata yang tercuat dari lisan Sulisno lelaki asal Sragen yang kini menjadi dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidayah (PGMI) selama empat tahun terkahir. Lelaki yang telah berusia 39 tahun ini memiliki cara tersendiri dalam pengamalan teori dari mata kuliah Pendidikan Kesenian yang telah ia sampaikan sewaktu dikelas. Hal ini terbukti dengan diselenggarakannya kegiatan seni yang menjadi model dari pelaksanaan final test bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa PGMI semester VI. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (15/06) sejak pagi hingga malam hari, bertempat di Auditorim IAIN Antasari.
            Muhammad Said mahasiswa PGMI yang menjadi peserta dalam kegiatan itu mengaku sangat senang dengan tugas final tersebut. “Walaupun sebelumnya merasa berat karena belum terbiasa tampil di tengah orang banyak, akhirnya saya mampu melakukannya dengan baik. Saya sangat senang dengan kegiatan ini, karena belajar Seni tidak hanya teori saja, tapi juga harus dipraktekkan langsung.”
         “Serangkaian acara yang berlangsung dari Senin pagi sampai malam ini diisi dengan penampilan seni seperti tari-tarian, dance, puisi dan teater.” Tutur Selvia Stiphanie di sela-sela kesibukannya menjadi pemandu acara (MC). Ia juga menambahkan jika sebelumnya, mereka (mahasiswa PGMI) juga mengadakan penampilan seni yang dilaksanakan di lokal perkuliahan sebagai bentuk dari midle test pada beberapa waktu yang lalu. ”Acara ini dapat berjalan lancar walaupun terdapat sedikit kendala yakni panitia yang terbatas karena seluruh panitia yang berasal dari PGMI angkatan 2012 juga ikut serta dalam memenuhi tugas finalnya, serta tidak ada kerja sama dengan HMJ PGMI.” Imbuh Selvia Stiphanie. 
            Ada dua macam aspek yang menjadi penilaian dari setiap penampilan, yaitu proses dan hasil. Proses tersebut berkaitan dengan orientasi pembelajaran dari materi kuliah. Sedangkan hasil, merupakan penampilan dari mahasiswa itu sendiri. Disamping itu, juga harus mengandung pesan-pesan moral mendidik yang disampaikan. Dengan konsep seperti ini seni akan terasa hidup, seni akan lengkap ketika ada penampil dan penonton. Sehingga dapat memunculkan rasa percaya diri mahasiswa itu sendiri. Terang Sulisno. “Saya berharap agar seni dapat dimanfaatkan dalam segala hal termasuk dalam dunia pendidikan. Karena dengan seni hidup jadi lebih indah.” Ucapnya menutup perjumpaan. (Reporter : RF & MB)