Kamis, 14 Mei 2015

Parkir Elektronik Senilai 100 Juta Tidak Maksimal


Bsukma-Pengadaan semua fasilitas kampus tentunya ditujukan untuk kenyamanan, kemudahan, dan keamanan semua orang yang berada di dalamnya. Begitu pula dengan adanya portal (baca: Palang Pintu Parkir) yang terletak di depan kampus dan di parkiran belakang Fakultas Syari’ah dan Ekonomis Islam. Pengadaan portal ini merupakan hasil musyawarah semua pihak kampus  yang terkait. Diantaranya rektor, wakil rektor, dan dekan, serta bagian lain yang terkait.
     “Jumlah dana pengadaan portal adalah sekitar 100 juta rupiah. Dana ini bersumber dari dana DIPA RM (Rupiah Murni) yang digunakan untuk prasarana kampus.” Ucap Ali Akbar selaku Kabag Perlengkapan IAIN Antasari Banjarmasin, Rabu (06/05).
    Ditemui di ruangan kerja pada hari yang sama, Wakil Rektor II Bidang Umum Administrasi dan Keuangan,  Sukarni, mengatakan bahwa hal itu dilakukan untuk memudahkan mahasiswa yang lewat saja. Apabila orang yang lewat sudah dikenali dan bukan orang yang mencurigakan maka bisa langsung lewat samping (Namun, realitanya justru mahasiswa yang terbiasa lewat samping dari palang  pintu parkir).
    Portal ini sudah hampir 2 tahun  digunakan sebagai akses keluar masuk kampus dan semua perangkat portal, baik itu bersifat hardware ataupun software masih berfungsi dengan baik sampai sekarang.
    Namun, hal ini berbeda dengan apa yang ditemukan tim sukma dilapangan. Bahwa, salah satu mesin yang bersifat hardware (CPU) dibagian kanan pintu masuk gerbang utama mengalami gangguan karena tetesan air hujan.  Seharusnya, dalam penggunaannya, Portal ini dilengkapi dengan atap diatasnya agar tetesan air saat hujan tidak masuk pada mesin dan membuat mesin tidak berfungsi seperti belakangan yang sering terjadi .
    Jumlah pekerja portal ini pun bersifat khusus. Pihak keamanan (satpam) tidak turut andil dalam pekerjaan buka-tutup portal tersebut. Sekitaran ada 4 pekerja yang berstatus honor untuk melakukan buka-tutup portal, dengan ketentuan waktu kerja sama dengan karyawan atau pegawai lainnya. Yaitu 5 hari kerja dalam waktu satu minggu.
     “Adanya portal ini hanya membantu 75% dari pekerjaan kami sebagai keamanan kampus”. Ucap seorang satpam yang tidak mau disebutkan namanya.
    Di samping tidak berfungsinya penggunaan portal secara maksimal. Juga Banyak mahasiswa yang menggunakan sepeda motor memakai jalur  samping, tidak melewati portal. Hal ini dibiarkan saja oleh penjaga portal.
    “Seharusnya semua yang ingin masuk kampus harus lewat portal. Misalnya saja untuk kenyamanan, paling tidak buatlah waktu tertentu yang mewajibkan untuk lewat portal tersebut.” Kata Muslih seorang mahasiswa (Reporter/badar dan nida)

Jejak Redaksi

Labels