ASRAMA BAGI MAHASISWA BARU


 
BSukma- Mahasiswa IAIN Antasari sudah pasti tak asing lagi dengan yang namanya Ma’had Al-Jami’ah, atau yang sering disebut asrama. Ditemui ba’da sholat jum’at (10/04) Husaini selaku pengurus asrama putra mengatakan, dilihat dari fungsinya, asrama saat ini sangat diperlukan, Bahkan harusnya ada disetiap IAIN yang ada di Indonesia. Karena di asrama inilah praktek atas apa yang sudah dipelajari mahasiswa dapat dilaksanakan dan bisa dibiasakan.

Di IAIN Antasari saat ini mempunyai enam asrama. Dua asrama khusus untuk Fakultas Ushuluddin yang disebut asrama PKU (Program Khusus Ulama). Empat asrama disediakan untuk mahasiswa dan mahasiswi baru. Asrama satu, dua dan empat digunakan untuk mahasiswi. Sedangkan mahasiswa ditempatkan di asrama tiga. Asrama putra yang dibangun sekitar tahun 2007 ini mampu menampung 144 mahasiswa.

Untuk tahun 2014-2015 ini, pihak rektorat melakukan tiga tahap untuk pendidikan di asrama. Tahap pertama pada tanggal 1 september - 1 nopember, tahap dua pada tanggal 21 desember - 21 maret, dan tahap tiga pada tanggal 5 april – 5 juli. Untuk tahap terakhir baru berjalan lima hari ini.  “kalau tahun 2013-2014 tadi, asrama untuk siapa yang mau aja. Tapi untuk tahun 2014-2015 ini asrama diwajibkan untuk semua mahasiswa. Berhubung tahun sekarang mahasiswanya mencapai seribu mahasiswa lebih. Maka pihak rektorat melakukan kebijakan pertahap” Kata Husaini.

“sebelum masuk asrama sih agak takut juga. Takutnya bukan apa-apa, cuman kalau-kalau kuliah terganggu dengan kegiatan asrama dan gak bisa bagi waktu. Tapi setelah masuk asrama, ternyata santai dan nyaman aja. Apalagi program keagamaannya yang bagus” kata Jaya Alfiannor salah seorang mahasiswa ketika ditemui di kamarnya. Asrama ini didirikan untuk mengantisipasi mahasiswa yang nantinya akan melakukan PPL dan KKN. Sehingga, ketika nanti berada di masyarakat bisa diandalkan dalam kegiatan kemasyarakatan. Misalnya untuk mengisi musholla-musholla bahkan mesjid.

Kegiatan rutin mahasiswa di asrama ini ialah mengadakan sholat tahajjud berjamaah setiap pagi, membaca Al-quran serta kegiatan keagaman yang lain. “di asrama ini mahasiswa yang tidak bisa baca Al-Qur’an jadi bisa, yang sudah bisa kemudian di ajarkan tahfidz, dan bagi yang sudah hafal beberapa juz Al-Qur’an nantinya bisa jadi pengajar di asrama ini” kata Husaini. (Reporter/M.Badaruddin)

Pages