Mengapa patung pria Yunani telanjang?



BSukma- Ngopi bareng bersama mahasiswa Ushuludin, tentu tidak sama dengan ngorol-ngidul diwarung kopi yang cuma ngomongin soal 'jokowi harus turun' atau 'Budi Gunawan dikriminalisasi KPK', ternyata ada sebagian mahasiswa yang peka dengan hal-hal yang remeh-temeh, misalnya, selepas nyuruput kopi, saya dilempari pertanyaan begini. "kenapa patung pria Yunani telanjang, Bang?"

Pertanyaan yang paling enak jika dijawab dengan aroma kopi. Setelah saya meneguknya, memang sedikit tidak banyak sadari kita yang sampai pada pertanyaan macam itu, meski tidak semuanya patung Yunani itu telanjang, namun memang kerap kita lihat nyata-nyata kebanyakan buka aurat (sah!)

Nah, saya ingat ilmuwan dari Bristish Museum, namanya Akang Neil MacGregor yang berhasil mengungkap alasan mengapa orang Yunani kuno gemar membuat patung pria telanjang. Saya pun menceritakan pada mahasiswa tadi sambil menyeduh kopi yang kedua.

Menurut beliau, penduduk Yunani adalah bangsa pertama yang menganggap telanjang sebagai sesuatu yang tidak tabu, berbeda dengan bangsa lain, seperti bangsa Asiria (bangsa Asiria lebih tua daripada bangsa Babilon. Mereka merupakan campuran banyak ras. Para ahli menyebutnya sebagai bangsa Semit.).

Bagi bangsa Asiria yang sekitar 730 tahun sebelum Masehi mendiami Irak, telanjang adalah sebuah potret penghinaan dan disimbolkan sebagai kekalahan. Musuh-musuh bangsa Asiria yang ditangkap bisanya akan dibunuh dalam kondisi tanpa busana.

Sebaliknya, di Yunani kuno telanjang identik dengan simbol kepahlawanan dan kedewasaan. Uniknya, hal ini lebih populer dilakukan oleh penduduk pria ketimbang wanita.

"Telanjang di pada masa itu tidak dianggap sebagai sebuah penghinaan, melainkan sebuah 'kebajikan' di kalangan pria dewasa," begitulah kata Neil.

Namun, penbaca tentu lebih tahu kalau pria Yunani kuno tidak selalu telanjang. Mereka hanya melepas pakaian saat berada di 'gym'  (baca-tempat-tempat latihan).Ya, kata gymnasium berasal dari bahasa Yunani 'gymnos' yang berarti telanjang.

Konon, atlet olimpiade yang tidak memakai baju, mereka melumuri seluruh tubuhnya dengan campuran minyak zaitun dan debu. Cara ini dipercaya sebagai bentuk perlindungan terhadap panas matahari.

Tren unik tersebut nampaknya cukup membuat aksi telanjang menjadi objek favorit pembuat patung di masa Yunani kuno.

Begitulah 'katanya', kenapa patung Yunani kuno sedikit banyak ada yang telanjang, mahasiswa itu pun mengangguk, saya kembali nyeruput kopi yang benar-benar aromanya bikin dunia ini nampak tenang. Saya pun melangkah pelan ke paman pentol dan menikmati kepedesannya. (Catatan/ Moh Mahfud)