Jumat, 20 Maret 2015

Dana Bidik Misi IAIN Antasari Mandul?



BSukma-Belum ada kepastian kapan uang Beasiswa Bidik Misi akan diterima oleh para peserta.  “Mehadang (indo-nunggu) SK. SK Mehadang evaluasi.” Tutur Yuzainah Maghfirah selaku Kabag Kemahasiswaan, ketika ditemui reporter Sukma di kantor rektorat lantai satu, kamis sore (19/03/2015).

Mandeknya pencairan dana bidik misi tahun ini karena harus melalui evaluasi nilai, hal ini dapat dilakukan setelah Kartu Hasil Study (KHS) keluar. setidaknya ada 240 mahasiswa peserta bidik misi yang harus dievaluasi para panitia. Hal ini dilakukan untuk menimbang kelayakan dari setiap peserta.

Tidak hanya turnnya Indek Prestasi (IP) peserta yang menjadi kendala panitia, tapi ada juga peserta yang berhenti kuliah. Menurut Bu Upi, sapaan akrab Yuzainah Maghfirah, dari para peserta yang bermasalah ini harus dicarikan pengganti. Dari pihak panitia sendiri sudah meminta pada Dekan yang bersangkutan untuk mencarikan pengati dengan memberikan berkas bidik misi. Setelah menemukan pengganti, panitia akan melakukan verifikasi dan rapat tim serta survei ke rumah peserta pengganti.

Pihak panitia telah mengusulkan SK sejak awal Maret, namun karena terkendala oleh beberapa hal, akhirnya panitia meminta penundaan pada pihak kepegawaian, sebab SK tersebut tidak bisa diberika secara berangsur-angsur. Ini merupakan SK pembaharuan untuk kelayakan penerimaan. Tidak hanya itu, dari pihak penitia pun menguluhkan, peserta bidik misi yang belum  mengumpulkan laporan dan rekening. Padahal itu semua  sangat penting buat laporan ke Jakarta.

Tercatat, peserta bidik misi yang berhenti, yaitu dari fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin. Sedangkan Fakultas Syariah dan Dakwah hanya mengalami penurunan Indek Prestasi (IP), yaitu dapat 'kartu kuning'. (Reporter/Machbubah)

Jejak Redaksi

Labels