PARKIR LIAR: Langsung Tilang!


Oleh: Imma Rita Umbara
(Mahasiswi Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Antasari Banjarmasin)

Tidak semua kampus memiliki tempat parkir yang nyaman dan sesuai dengan standar parkir ideal. Tatanan parkir yang seharusnya menjadi ikon dalam sebuah instansi, justru mencerminkan miskinnya sikap pengelola ruang kampus, terhadap nilai Annadhafatu minal Iman. Hal ini juga menjadi keluhan para mahasiswa yang merupakan penduduk kampus itu sendiri. Seperti halnya di kampus IAIN Antasari Banjarmasin.

Fenomena semacam ini sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi para mahasiswa IAIN yang belakangan ini berembel-embel “green campus”. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang menjadi Fakultas terbanyak masyarakatnya terlihat paling parah jika dibandingkan dengan fakultas yang lain.

Fakultas tarbiyah, memang tidak memiliki lahan luas dalam menyediakan tempat parkir untuk para mahasiswanya. Kendati demikian, seharusnya para mahasiswa menyadari akan hal tersebut agar menata kendaraannya dengan serapi mungkin tanpa juru parkir. Ini juga berpotensi untuk meminimalisir terjadinya tindak kriminal, seperti pencurian kendaraan bermotor dan helm yang belakangan ini justru marak terjadi di kampus kita.

Terapkan Tilang Dadakan
Melakukan tilang dadakan mungkin sebagian kecil solusi yang baik untuk di budayakan –yang memang sepatutnya diterapkan oleh ‘satpam parkir’ kampus sejak dahulu. Tilang ini berupa denda uang dan mencatat nomor plat kendaraan tersebut, ini berguna untuk menambah sangsi jika kesalahan dilakukan berulang oleh mahasiswa.

Seperti halnya kampus tetangga, fasilitas semacam CCTV dan jasa penitipan helm seharusnya di tambah kelengkapannya demi menunjang intensitas penerapan tilang dadakan. Dengan ongkos 1000,- mahasiswa dapat meninggalkan helm nya tanpa ada rasa was-was.

Penggunaan kendaraan roda dua di kampus ini hampir menyeluruh baik dari kalangan mahasiswa maupun para dosen. Untuk itu, penjaga parkir jangan pandang bulu ketika menerapkan hal ini meski kenyataannya justru mereka tunduk patuh pada mereka yang berlabel ‘dosen’.

Mengenai wacana perubahan kampus yang nantinya berlokasi di Banjarbaru. Tentu ini sangat diharapkan bagi para pejabat kampus untuk memperhatikan langsung pembuatan lahan parkir yang bakal lebih efektif dan efesien sehingga masalah seperti ini tidak terulang untuk kedua kalinya. Karena kenyamanan lingkungan kampus, bukanlah satu instansi atau suatu organisasi, serta satuan keamanan yang menciptakan. Melainkan, seluruh warga kampus IAIN antasari Banjarmasin itu sendiri.

Pages