Jumat, 05 Desember 2014

KEBERSIHAN SEBAGIAN DARI AKREDITASI


Oleh: Fitria Annisa
(Mahasiswi Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Antasari Banjarmasin)

Kebersihan sebagian dari Akreditasi Kebersihan memang seakan tidak ada habisnya. Kebersihan adalah salah satu topik yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Betapa mudahnya kata “bersih” meluncur dari mulut seseorang namun kadang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Sebagai seorang Intelektual terlebih lagi dengan latar belakang Perguruan Tinggi Agama Islam, sudah selayaknyalah mengedepankan prilaku bersih, didalam kepercayaan agama Islam kebersihan merupakan pokok utama. Karena setiap perbuatan, terutama yang berhubungan dengan ibadah kepada Allah SWT, misalnya shalat di tuntut untuk selalu dalam keadaan bersih.

“Kebersihan Sebagian dari Iman”

Kebersihan tidak hanya dipandang dari segi batiniah tapi sisi lahiriah juga penting. Dewasa ini, Bersih besar perannya dalam Islam, sampai-sampai dalam ayat-Nya Allah mengatakan.

“…dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS. At-Taubah :108)

Kemudian juga ada hadits Nabi :

“Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikkan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang dengan kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi)

Dari kedua dalil di atas sangat jelas bahwa Islam sangat menganjurkan kebersihan, jadi tidaklah salah slogan “Kebersihan Sebagian dari Iman”. Tapi apakah hanya sebatas bersih dalam arti itu saja? ketika menyebut Iman, bersih berarti mencakup keseluruhan. Seseorang yang mengaku beriman, tentu akan benar-benar menjaga kebersihannya. Bersih lingkungannya, pakiannya, tubuhnya, fikirannya, hatinya, bahkan bukan hanya bersih melainkan suci.

Nah, yang menjadi pertanyaan besar sekarang, bagaimana dengan kebersihan lingkungan kampus kita ? apakah sudah layak dikatakan bersih ? apakah sudah dapat mencermikan bahwa warga kampus kita adalah orang-orang yang beriman ?

Kampus merupakan lembaga pendidikan formal dimana didalamnya terjadi proses belajar mengajar serta bertukar ilmu pengetahuan, informasi serta sebagai tempat kajian ilmu pengetahuan. Kebersihan lingkungan kampus merupakan komponen yang mempengaruhi segala aktifitas tersebut. Kebersihan juga merupakan syarat mutlak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di kampus.

Sayang, pada hakikatnya masih sering kita jumpai sampah yang berserakan dimana-mana, serta ada sebagian ruang kelas yang sama sekali tidak mencerminkan sebagai tempat yang layak untuk proses belajar mengajar. Hal itu dilatarbelakangi oleh minimnya perhatian warga yang berada di lingkunagan kampus. Apalagi fasilitas alat kebersihan yang kurang memadai disetiap ruang kelas dan ruang lainnya juga menjadikan seseorang cenderung malas untuk menjalankan makna yang terkandung dari slogan tersebut.
Sangat di sayangakan lagi, sepertinya banyak warga kampus yang tidak ambil pusing dengan hal itu, seperti penuturan salah seorang dosen Faklutas Tarbiyah dan Keguruan ”Masih ada saja dosen yang taunya mengajar saja tanpa memperhatikan lingkungan tempatnya mengajar”.

Terlebih lagi dengan wacana yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan yang hangat di kampus kita, yaitu tentang perubahan IAIN Antasari menjadi UIN Pangeran Antasari. Dimana tiap-tiap jurusan di kampus kita gencar-gencarnya melakukan akreditasi sebagai syarat menuju UIN, pembangunan bangunan-bangunan baru di hampir setiap fakultas, dan perbaikan sarana-sarana penunjang lainnya. Sayangnya, hal yang sangat sederhana tertutupi oleh ambisi bahwa sebuah UIN itu harus memiliki gedung-gedung mewah yang menjulang tinggi. Apakah kalian tahu tentang hal sederhana yang terlupakan itu ? hal sederhana itu adalah kebersihan lingkungan kampus dan fasilitas-faslitas yang sudah  tersedia sebelumnya seolah dianak tirikan dan terlupakan.

Seterusnya, siapa yang harus disalahkan ? tentunya ini merupakan PR yang harus menjadi tanggung jawab semua warga kampus. Karena tanpa adanya kerja sama antara pihak yang ada dan terlibat secara langsung didalam kampus maka akan mustahil tercipta lingkungan UIN Pangeran Antasari yang bersih seperti yang diharapkan. Salah satu cara ampuh yang dapat dilakukan guna meningkatkan kesadaran akan kebersihan
lingkungan kampus adalah pertama, mempertebal keimanan kepada Allah SWT. Sebagai bukti kita mahasiswa beriman. Kedua, kerjasama antara pihak rektorat dengan mahasiswa (bukan memperbanyak tong sampah, tetapi memperbanyak jumlah mereka yang sadar untuk buang sampah pada tempatnya). Ketiga, menambah petugas kebersihan tanpa mengurangi gajih mereka. Semoga kita bisa bersinergi bersama dalam menjadikan kampus kita bersih. Amin!

Jejak Redaksi

Labels