HELM MAHAL, HELM MELAYANG DAN KUNCI YANG TERTINGGAL


Oleh: Badar De'angelo
(Mahasiswa IAIN Antasari Banjarmasin)

Baru-baru ini kembali terdengar seorang mahasiswa IAIN Antasari yang kehilangan helmnya. Helm NHK, atau bahkan GM. Juga pernah ada mahasiswa yang memajang selebaran untuk meminta helmnya dikembalikan. Namun tetap saja, helm tersebut tidak kembali lagi pada pemiliknya.

Dalam seminggu, setidaknya ada satu buah helm yang hilang. Paling tidak itulah yang disampaikan oleh M.Abdillah, salah seorang satpam di IAIN Antasari. ”Dalam setahun ada 48 minggu, berarti di IAIN Antasari ada 48 kasus hilangnya helm dalam setahun. Itu bukanlah jumlah yang sedikit, apalagi yang hilang itu helm yang harganya mahal, tentu kerugianpun juga tidak sedikit.

Menurut M.Abdillah, hilangnya helm bukanlah kesalahan dari pihak satpam. Melainkan kurangnya perhatian dari pemilik helm sendiri. Pasalnya, mahasiswa sering meninggalkan helm mereka begitu saja tanpa dikaitkan betul-betul pada motor mereka. Bukan hanya helm, bahkan kuncipun kadang para mahasiswa masih sering lupa melepaskan dari motor mereka.

cara paling efektif untuk menghindari hilangnya helm, ialah dengan cara membawa helm masuk kedalam lokal. Misalkan tidak dibawa kedalam lokalpun, paling tidak helm yang ditinggal dikaitkan pada motor. Karna satpam juga tidak bisa selamanya berada diparkiran.

Untuk kunci motor, sehari paling tidak ada 2 buah kunci yang ditemukan oleh satpam di motor mereka. Padahal yang punya motor entah berada dimana. M.Abdillah dan para satpam lainnya mengharapkan, agar semua mahasiswa dapat lebih perhatian lagi terhadap motor mereka. Karena kalau ada kehilangan, satpam tidak bertanggung jawab atas kehilangan tersebut, pungkasnya.