Bermasyarakat Lewat KKN


BSukma (kampusiana)--KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan program intrakurikuler yang memiliki tujuan utama untuk memberikan pendidikan tambahan kepada mahasiswa. Pelaksanaan KKN umumnya mengambil lokasi yang berhubungan dengan masyarakat dan tentunya membutuhkan keterlibatan masyarakat. Jadi, KKN secara nyata harus bisa memberikan manfaat tidak hanya kepada mahasiswa, melainkan juga kepada masyarakat luas.

Dengan kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan disiplin ilmu yang dipelajarinya kedalam bentuk pengabdian dan pendampingan langsung kepada masyarakat serta sebagai pengembangan ilmu dan pengalaman yang didapat sebelumnya. KKN juga dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi didalam masyarakat sekaligus sebagai media untuk belajar membangun hubungan baik dalam suatu komunitas masyarakat.

Tujuannya dalah melatih para calon sarjana untuk bekerja dengan baik dalam menghadapi suatu permasalahan secara sistematis. “KKN itu masuk dalam mata kuliah wajib pada kurikulum. Apabila seorang mahasiswa tidak ikut KKN, maka dia tidak bisa menyusun skripsi. Karena KKN juga termasuk dalam bagian intrakurikuler yang harus diambil pada suatu SKS (sistem kredit studi), dan kalau tidak ikut KKN berarti tidak bisa lulus kuliah,” tutur bapak Zainal Fikri saat ditemui di kantornya oleh Heldhawati dan Rizal Norhadi

“KKN panatik mempunyai target tertentu, sedangkan KKN yang kita adakan ini adalah KKN interdisiplin saja yaitu tergantung keperluan masing-masing desa. Kadang didirikannya bidang keagamaan seperti TK Al-qur’an, bimbingan sekolah dan lain-lain. Pihak kampus dan pihak masyarakat tidak bekerja sama. Oleh karena itu, mahasiswa yang mengikuti KKN melakukan survei dilapangan selama seminggu sebelum mereka KKN ditempat yang ditetapkan. Dengan melakukan survei, mahasiswa dapat mengetahui identifikasi masalah yang dihadapi, dan dari masalah itu mahasiswa dapat membuat program selama dua bulan KKN disana,” sambungnya

adapun soal kendala yang kadang dialami, ia menjelaskan ada dua kendala yang menjadi selalu ada pada mahasiswa yang akan menjalani KKN. “Ada dua kendala dalam KKN, pertama kendala pada setiap fakultas yang melakukan KKN tahun ini rata-rata mereka yang semester 7 seperti fakultas syari’ah, fakultas dakwah, dan fakultas ushuluddin sudah bisa KKN. Tetapi untuk fakultas tarbiyah semester 8 kadang masih ada materi dan apabila semester 9 mereka baru bisa KKN. Sehingga, pada tahun ini fakultas tarbiyah hampir kosong yang ikut KKN.

Kendala kedua untuk lokasi, lokasi tidak bisa jauh-jauh karena mahasiswa hanya membayar 250.000 untuk biaya transportasi pulang-pergi, tahun lalu juga sama demikian. Selama ini belum ada kerja sama dengan pihak lain seperti pihak PEMDA, karena lokasi KKN untuk mahasiswa dari dulu sampai sekarang cuma mutar-mutar daerah saja. Lokasi Kotabaru, Tanah Bumbu bahkan Tanjung itu sulit dicapai, karena biaya untuk transportasi 250.000 cukup untuk pulang-pergi tidak naik-tidak turun.

KKN yang masih bisa dicapai jauhnya sekitar daerah Kandangan dan Rantau. Pada tahun ini ada enam daerah KKN yaitu Kec. Karang Intan, Kec. Aranio, Kec. Sambung Makmur, Kec. Pengaron, Kec. Madurejo, dan Kec. Simpang Empat” susulnya. “Setiap mahasiswa yang KKN ada supervisor yang memantau kegiatan mahasiswa tersebut seminggu sebelum berangkat.

Apabila seminggu setelah berangkat supervisor mengantarkan mereka. Ada pula monitoring pihak kampus yang memantau seperti rektorat,”susulnya lagi. “Sebenarnya problem saat KKN yaitu seperti mahasiswa yang aktifis kadang ingin kembali ke kampus karena ada kegiatan penting sehingga tugasnya saat KKN didelegasikan kepada temannya yang lain.

Tapi ada juga mahasiswa lain yang pulang tanpa izin sehingga adanya kecemburuan dengan temannya. Oleh karena itu, harapan untuk mahasiswa yang KKN adalah hendaknya mereka fokus saat menjalani KKN, mereka harus sungguh-sungguh tidak menyia-nyiakan waktu ketika berada dilingkungan masyarakat, dan hendaknya memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat disana” harap Bapak Zainal Fikri (BSAli Faza/1/13/0031)

Pages