RAPAT TAHUNAN: DEMA,UKM DAN UKK


Jum’at pukul 14.00 Wita (11/14) ruang aula Student Center atau biasa di singkat SC tampak ramai di penuhi perwakilan 14 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan 4 Unit Kegiatan Khusus (UKK) ruang lingkup IAIN Antasari. Mereka datang atas undangan dari DEMA Institut untuk membicarakan anggaran dana Diva rutin pertahun yang akan dibagikan kepada setiap UKM dan UKK. Acara dibuka langsung oleh Presiden Mahasiswa, dilanjutkan Perwakilan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Mujiburrahman yang sekaligus menjabat wakil DEMA Institut. Mujib biasa di panggil langsung menyampaikan anggaran dana dari Diva yang tahun ini berjumlah 75 juta rupiah. “Tahun kemarin cuma 60 juta, tahun ini ada tambahan 15 juta”. Tutur Mujib. Selanjutnya DEMA menawarkan pembagian dana dengan rincian: 7 juta untuk DEMA Institut, 4 juta untuk setiap UKK, 2,5 juta untuk setiap UKM, 3 juta untuk Pemilu Presiden Mahasiswa (PPM) tahun mendatang, dan sisa 10 juta di persilakan kepada setiap UKM atau UKK untuk berkompetisi merebutkan dana tersebut, dengan cara menyerakan proposal program kerja kedepan kepada pihak Rektorat, yang akan dinilai langsung oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan. Berbagai pendapat pun bermunculan, salah satunya dari perwakilan Mapala Meratus yang mengatakan. “Anggaran dana untuk DEMA terlalu besar, lebih baik di kurangi untuk keperluan UKM atau UKK yang pasti lebih memerlukan”. Perdebatan pun tidak dapat dihindari, dan akhirnya berhasil di sepakati dengan rincian: DEMA Institut mendapatkan 5 juta rupiah, UKK 4 juta rupiah, UKM 3 juta rupiah, PPM tetap 3 juta rupiah, dan sisa dana 5 juta rupiah kembali dipersilakan kepada setiap UKM dan UKK untuk memperebutkan. Selain itu, pembahasan juga di lakukan seputar hangus atau di alih fungsikan dana UKM/UKK tahun lalu yang terlambat mengambil dana melewati waktu yang telah di tentukan pihak Rektorat. Banyak UKM atau pun UKK mengeluhkan kebijakan pihak Rektorat, termasuk Wakil DEMA Institut Mujiburrahman. Mujib mengatakan pihak Rektorat tidak mensosialisasikan terlebih dahulu kepada DEMA atau mahasiswa tentang jeda waktu tersebut, yang akhirnya berdampak buruk terhadap UKM atau UKK. Untuk masalah dana di alih fungsikan kemana, DEMA Institut pun belum mengetahui pasti. Karena hari sudah mendekati malam, dan kesepakatan di peroleh, rapat pun di tutup dengan hangat dan antusias dari UKM dan UKK.
(BS/Fauzi/1/13-004)